JAKARTA - Koalisi Partai Gerindra dan Partai Keadian Sejahtera (PKS), akhirnya memutuskan dua nama untuk diusung sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI 2017-2022. Pilihan Gerindra dan PKS jatuh pada Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Anies diplot sebagai calon gubernur DKI. Sedangkan Sandiaga menjadi calon wakil gubernur DKI pendamping Anies. Keputusan mengusung duet Anies-Sandiaga diambil dalam pertemuan di rumah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/9) petang.
Pertemuan itu dihadiri elite Gerindra dan PKS. “Setelah proses rembuk yang cukup panjang, kami mencalonkan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon gubernur DKI 2017-2022. Bukan kader Gerindra ataupun PKS. Tapi Gerindra dan PKS memandang yang terbaik,” ujar Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga mengumumkan nama Sandiaga. “Saudara Sandiaga S Uno sebagai calon wakil gubernur DKI untuk periode 2017-2022,” sebutnya. Lebih lanjut Prabowo meyakini Anies dan Sandiaga merupakan figur terbaik. “Kami nilai mampu untuk membawa DKI ke arah yang lebih baik, menuju Indonesia raya yang kita cintai bersama,” tegasnya.
Sedangkan Presiden PKS Sohibul Iman, mengatakan baik Anies maupun Sandiaga memenuhi syarat integritas, kapabilitas maupun basis konstituen. “Kami yakin keduanya memiliki integritas yang sangat baik,” katanya.
Sedangkan untuk kapabilitas, baik Anies maupun Sandiaga dikenal sukses di bidang masing-masing. Sementara untuk basis konstituen, kata Sohibul, duet Anies-Sandiaga juga punya pendukung. “Keduanya saya yakin punya basis konstituen. Itu insya Allah akan memberi sumbangan luar biasa bagi proses pemenangan,” tegasnya.
#Ajang Uji Coba Pangeran Cikeas
Sementara itu, Pengamat Politik Jeirry Sumampow menilai langkah Partai Demokrat, PAN, PPP dan PKB mengusung Agus Harimurti sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, ?hanya sebuah uji coba untuk menyiapkan sang putra mahkota memimpin Partai Demokrat nantinya.
“Saya menduga Pilkada DKI bagi SBY, PD serta Poros Tengah, hanya menjadi sebuah upaya ‘test the water’ bagi Agus yang sedang dipersiapkan sebagai putra mahkota SBY untuk memimpin PD,” ujar Jeirry kepada JPNN, Jumat (23/9).
Kondisi ini menurut Jeirry, patut disayangkan. Karena membuktikan politik bagi sebagian tokoh masih dijadikan alat untuk melanggengkan kekuasaan keluarga tertentu. Selain itu juga memperlihatkan visi kepemimpinan sejumlah partai politik yang ada, sangat kerdil.
Karena berorientasi hanya untuk mengejar jabatan dan memfasilitasi anggota keluarga untuk menduduki jabatan politik yang ada. “Rakyat tentu akan menilai, petinggi parpol bukan melayani rakyat tapi melayani keluarga mereka. Di mana partai dikelola semacam arisan keluarga saja,” ujar Jeirry.
Di sisi lain, banyak pihak yang kaget dengan keputusan Poros Cikeas mengusung Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Pasalnya, putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono itu tengah merintis karier militer yang menjanjikan.
Calon wakil gubernur pendamping Agus, Sylviana Murni pun mengaku kaget ketika pertama kali mendengar tentang hal itu. “Saya kaget. Kok bisa Agus ya? Padahal kariernya bagus,” kata Sylviana saat dihubungi wartawan, Jumat (23/9).
Namun, deputi gubernur DKI bidang pariwisata itu mengaku kagum kepada Agus karena mau maju jadi calon gubernur. Hal itu menunjukkan Agus rela mengorbankan kepentingan pribadi demi rakyat. “Dia juga punya konsep yang bagus,” tambah Sylvi.
Sylviana pun mengaku siap mendampingi Agus, walaupun keputusan tersebut mendadak. Sebab, yang menjadi prioritasnya adalah memberikan pelayanan kepada warga Jakarta. “Insya Allah ini pengabdian bisa di mana saja. Apalagi tagline Jakarta untuk rakyat menurut saya berjuang melayani masyarakat,” ucapnya.
#Strategi Lain Muluskan Ahok
Di samping itu, belum genap 12 jam usia pasangan Agus Harimurti-Sylviana Murti, produk dari Poros Cikeas untuk Pilkada DKI Jakarta 2017, kecaman sudah datang. Terutama dari kalangan netizen.
Banyak dari pengguna media sosial menilai dukungan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kepada anaknya, hanya strategi lain dalam mendukung Basuki T. Purnama, cagub incumbent.
Apalagi, selain Demokrat, koalisi Cikeas berisi PAN, PKB dan PPP yang selama ini dikenal dekat dengan ‘penguasa’. Topik dengan #PorosCikeasPengkhianatRakyat pun sempat menjadi trending beberapa saat lalu.
Di sana, sejumlah netizen menilai, pasangan Agus-Sylviana belum cukup kuat untuk bersaing di level Pilkada DKI. Langkah Ahok kembali menguasai Jakarta pun akan mulus. Tujuan di balik itu agar kasus yang kerap disangkutpautkan kepada keluarga SBY aman.
“SBY tersandra kasus ibas #PorosCikeasPengkhianat Rakyat,” kicau ?@hanifshabira. “Nyelamatin ibas apapun dilakukan, dukung dr belakang ahok dgn cara calonkan agus yg bkl kalah dan suara pecah #PorosCikeasPengkhianatRakyat,” timpal ?@akhmadd82.
Namun tanda pagar tersebut tampaknya tak bertahan lama. Saat ini, Agus Yudhoyono menjadi TT bahkan menyundul ke posisi ketiga. Penilaian kalangan netizen berbeda dengan sebelumnya.
“Keputusan utk mengusung Agus Yudhoyono layak diapresiasi, SBY ingin pilgub DKI tidak diisi dengan kampanye berbau SARA,” cuit @Takviri. “Buat gw, majunya Agus Yudhoyono adlh Opsi Politik yg baik. Anak muda, Mayor, punya pengalaman tempur, Master, Cerdas, Baik,.. Patut dilirik,” kicau ?@bambangelf. (gir/ara/sam/jpnn)
No Responses