PALEMBANG - PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) sudah menyiapkan agar Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi, bisa terkoneksi atau terintegrasi dengan Light Rail Transit (LRT) yang akan beroperasional pada 2018 mendatang. Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan kebutuhan bus untuk diintegrasikan dengan LRT.
“Itu sebagai bentuk layanan transportasi massal. Jadi, nanti transmusi harus terkoneksi dengan LRT. Kami sudah beberapa kali memaparkan kepada stakeholders proyek LRT untuk menghubungkan kedua moda transportasi itu,” kata Dirut PT SP2J Palembang, Ahmad Nopan.
Menurut Nopan, perusahaan akan melihat dulu perkembangan proyek LRT supaya ada kepastian lokasi halte dengan stasiun. “Pokoknya setiap stasiun LRT, ada akan ada Transmusi. Dan kami sediakan halte portabel,” ucapnya.
Nopan mengungkapkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Palembang maupun Dishubkominfo Provinsi Sumsel untuk mengintegrasikan Trans Musi dengan LRT tersebut.
Nopan menambahkan, sekarang operasional Transmusi mencapai enam putaran (round trip) per hari dengan rata-rata load factor sebesar 75%. “Dengan adanya LRT nanti, akan ditambah lagi agar integrasi semakin mudah,” imbuhnya.
Seperti diketahui, jalur LRT Palembang diputuskan sejauh 24,5 km yang terdiri atas dua koridor dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin menuju Kompleks Olahraga Jakabaring dengan melalui 13 stasiun.
Sedangkan untuk bus hibah dari Kemenhub yang mencapai 50 unit bus, tambahnya, akan menjadi angkutan perbatasan kota. Diantaranya, melayani Palembang-Unsri Inderalaya, Palembang-Tanjung Senai (OI) dan Palembang-Banyuasin. “Ini namanya program aglomerasi, jadi bus hibah ini untuk sarana transportasi ke batas kota,” ujarnya.
Sementara Direktur Operasional (Dirops) PT SP2J, Antoni Rais, Transmusi memiliki 275 halte dengan jarak sekitar 300 meter – 400 meter per halte. “Kita berupaya menambah armada Transmusi dapat mencapai 400 unit. Pemkot sendiri menargetkan kekurangan itu dapat tertutupi sebelum Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di kota itu,” imbuhnya. (ika)
No Responses