Kaper BKKBN Imbau Orang Tua Tidak Nikahkan Anak Usia Dini

Kaper BKKBN Imbau Orang Tua Tidak Nikahkan Anak Usia Dini
Posted by:
PRABUMULIH – Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Drs Waspi mengatakan, pihaknya bersama anggota komisi IX DPR RI, Irma Suryani SE, gencar mempromosikan program Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (KR).

“Hal ini untuk meningkatkan pencapaian program KKBPK (kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga) ini adalah rangka mewujudkan penduduk yang tumbuh seimbang dan keluarga yang berkualitas,” ujar Waspi dalam acara promosi pelayanan KB dan KR berkualitas dalam era JKN bersama mitra kerja yang dihadiri Irma Suryani, bertempat di Desa Muara Lawai Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim, Sabtu (17/8).

Dijelaskan Waspi, keluarga berkualitas adalah keluarga yang sehat, memiliki pengetahuan, kemampuan atau kecerdasan.

“Pengetahuann ini nanti berkaitan dengan program keluarga berencana dan pembangunan keluarga,” ungkapnya.

Masih kata Kaper BKKBN Sumsel, supaya keluarga berkualitas maka harus menghindari menikah diusia dini (remaja).

“Usia remaja itu usia 15-19 tahun, itu usia masih anak-anak,” kata Waspi sembari mengatakan idealnya wanita menikah diusia 21 tahun dan laki-laki usia 25 tahun.

Larangan menikah usia dini tersebut lantaran, dikhawatirkan rahim atau alat reproduksi wanita belum siap. Selain itu, mental atau psikologis nya juga dikhawatirkan belum siap.

“Takutnya terjadi emosi dirumah tangga karena mentalnya belum mampu membina rumah tangga,” urainya.

Lebih lanjut Waspi menjelaskan, saat ini di Indonesia setiap harinya terjadi 40 kasus perceraian. “Dari 40 kasus perceraian itu, enam puluh persennya terjadi pada usia remaja,” bebernya.

Karena itu Waspi mengimbau, kepada orang tua untuk tidak menikahkan anak-anaknya diusia remaja.

“Jangan dinikahkan terlalu muda, ini berkaitan kualitas manusianya,” katanya sembari mengatakan pernikahan usia muda juga beresiko bagi wanita karena rahim belum siap dan bayi yang dilahirkan dikhawatirkan tidak cerdas. (abu)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses