LOROK PAKJO - Di tengah hilangnya kepercayaan masyarakat karena banyaknya kejahatan investasi ilegal di Indonesia yang menggunakan modus operandi yang semakin cangih dan bervariasi, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) selaku perusahaa pialang berjangka yang bergerak di bidang perdagangan berjangka komoditi melakukan edukasi perdagangan.
Perdagangan RFB berjangka komoditi domestik di lima kota dan salah satunya di Kota Palembang. Diungkapkan, CBO PT RFB, Eddy Prasetyo, sejak operational tahun 2000 lalu, RFB terus mengalami peningkatan, dengan yang beranggotakan sebanyal 80 anggota yang bergerak di sektor investas ini.
Secara nasional pertumbuhan RFB terus tumbuh, dengan pertumbuhan yang signifikan ditahun ini, sejak Januari sampai September, transaksi mencapai Rp 428 ribu dengan jumlah 935 lot, atau naik sekitar 39,07 persen bila dibandingkan tahun 2016 lalu, 364.261 lot.
“Dari jumlah tersebut memang masih banyak didominasi transaksi multilatel sebesar 110,29 persen,” Jelasnya pada saat kegiatan edukasi dan sosialisasi bagi media dalam bentuk media workshop, Kamis (12/10).
Dia menambahkan, tidak hanya tumbuh secara nasional, tapi di daerah juga mendapat respon positif dari nasabah. Terlihat dari pertumbuhan yang positif , sejak Rifan investasi berjangka hadir di Pelembang sejak 2007 lalu. Bahkah dua tahun terakhir, pertumbhba investor naik signifikan , dengan pertumbuhan investor mencalai 140.investor dengan transaksi mencapai 118 persen, dengan target jumlah nasabah baru sebanyak 500 investor dengan target transaksi sebanyak 100 LOT perhari.
“Meski banyak investasi bodong, ini tidak berpegaruh terhadap kita, bahkan selama 9 bulan terakhir kita mencatat secara nasional dari 9 kantor cabang di daerah dan Jakarta ada 1557 orang nasabah baru , dan paling banyak masih dijakarta 333 nasabah baru di januari sampai september, dan untuk Palembang sendiri ada 226 nasabah,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Cabang Rifan Palembang, Eko Budhi Prasetyo, menambahkan, sejak beroperasi tahun 2007 lalu, jumlah investor Rifan Palembang terus mengalami pertumbuhan hingga saat ini berjumlah 1500 yang tersebar diwilayah Sumsel. “Target kita tahun ini dapat menambah 500 nasabah baru. Dengan jumlah tenaga pemasaran 500 orang,” paparnya.
Kegiatan edukasi dan sosialisasi tentang investasi berjangka ini, masyarakat umum dan mahasiswa serta edukasi pada media. Selama sosialisasi ini, PT Rifan Financindo berjangka juga sekaligus menyerahka bantuan berupa alat kebersiha untuk pemerintah kota Palembang.
Sementara itu, PT Rifan Financindo Berjangka juga melakukan workshop dan kerjasama diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal apa itu perusahaan pialang. Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy menuturkan, pihaknya konsisten dalam misi pengembangan iklim investasi di Indonesia dengan terus melakukan sosialiasi dan edukasi tentang perkenalan perusahaan pialang. Hal ini juga disadari pihaknya, akan ketidak tauan masyarakat terhadap perusahaan pialang.
“Karena masih banyak orang yang belum tahu apa itu perusahaan pialang maka kita mengadakan workshop, khususnya untuk semua media di Palembang agar membantu kami untuk memberikan informasi yang lebih lengkap kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Workshop yang didakan pada, Sabtu (14/10/2017) di kantor PT Rifan Financindo Berjangka terletak di Komplek Ruko Palembang Square Mall yang melibatkan para awak media sehingga dapat langsung menyampaikan apa itu perusahaan pialang dengan jelas. “Kita belajar dari beberapa kasus dimana, banyak perusahaan investasi yang tidak jelas atau bodong. Nah, inilah dimana masyarakatharus pintar bagimana caranya untuk memilih perusahaan investasi yang benar dan terdaftar di dinas perdagangan secara resmi,” tegasnya.
Sementara itu, Kaban Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag RI mengatakan Bappebti mendukung kegiatan keuangan yang memajukan untuk investasi. “Gerakan kerja strategis sangat optimal guna mendukung kegiatan saat ini. mahasiswa sebagai agen perubahan sangat memberikan pengaruh bagi perkembangan zaman. Sebetulnya pasar berjangka ini sangat bermanfaat karena keuntungannya sangat terasa tergantung situasinya,” pungkasnya.
Tidak hanya melakukan work shop terhadap media dan masyarakat saja, namun perusahana yang memiliki kantor diperukoan Palembang Square ini juga melakukan kerjasama dengan Universitas Sriwijaya untuk melakukan edukasi terhadap mahasiswa khusunya bidang ekonomi. Rektor Univeristas Sriwijaya (UNSRI), Anies Segap menuturkan sejauh ini mahasiwa Fakultas Ekonomi di Unsri telahd ibekali ilmu akaninvestasi.
“Namun ini akan lebih mendalam lagi, materi yang disampaikan juga sangat akurat karena langsung dari perwakilan Rifan,” tutur Anies. Adapun nasabah RFB Palembang, Rizki Fitriasari mengungkapkan, dengan modal Rp 100 juta dia sudah mampu meraup keuntungan Rp 120 juta ditahapa wal bergabung ke RFB. Bahkan, dia melanjutkan penambahan investasi senilai Rp 200 juta dengan mendapatkan keuntungan senilai Rp 80 juta.
“Mudahnya juga selalu berubah- ubah, karena saya seringmelakukan penarikan. Disaat harga market bagus saya akan tambah dana dan masuk market. Jadi tranding gold disni minmal modal rp 100 juta bisa ambil posisi beli atau jual dengan keuntungan setiap pointnya adalah rp 1 juta,” jelasnya.
Ibu muda yang telah bergabung di RFB Palembang ini menambahkan, jika nasabah bisa ambil system day trade yaiut tranding harian dengan posifit 1-2 saja seharim atau long term bisa menyimpans atu posisi untuk dilepas janga panjang. “Misalkan saya membeli emas ddiharga mulai Rp 1190 per troy, saya ingin menjual emas ketika emas sudah naik ke 1300 per troy, maka dari itu saya harus menunggu harga itu untuk jangka waktu beberapa bulan,” terangnya.
Dia menegaskan, untuk menjadi nasabah memang harus memiliki kesbaarn, karena harga fluktuatif ada naik dan ada turunnya. “Jika terjadi day trdae memang sedikit namun lama- lama menjadi bukit, tergantung kita lebih nyaman kemana dan kesibukan kita juga. Jika managemen posisi lot juga harus aman, dengan batas resiko yang aman yakni Rp 100 juta untuk satu posisi/lot. Yang jelas ini bukan bodong,” tandasnya. (nik)
No Responses