Pencak Silat HIMSSI Terus Ukir Prestasi

Pencak Silat HIMSSI Terus Ukir Prestasi
HIMSSI telah banyak mengukir prestasi tingkat nasional dan di kancah luar
Posted by:

Palembang.-
Selaku pelatih nasional sekaligus pelatih taruna HIMSSI, Darmayanti, SE MM, menyayangkan dan kecewa dengan peristiwa yang berkembang belakangan. Bahwa nama perguruan silat tempatnya berlatih yaitu HIMSSI diubah menjadi HIMSSI GP, bahkan telah dipakai menjadi perguruan baru. Hal ini dibuktikan dengan dikeluarkannya surat dari IPSI Sumsel, bahwa IPSI Sumsel pada bulan Januari 2017 lalu, Ketua Umum IPSI Sumsel melalui Sekumnya Drs Darlis telah menerima perubahan nama HIMSSI menjadi HIMSSI GP.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan peristiwa yang terjadi di matanya, saat pertandingan pencak silat IPSI Kota Palembang tahun 2017 yang dimulai sedari 21-25 Agustus 2017 di OPI Mall, Jakabaring. Terdapat jadwal pertandingan antara HIMSSI VS HIMSSI GP. Sedangkan diketahui semua, bahwa kejuaraan IPSI Kota Palembang 2017 merupakan pertandingan antar perguruan silat yang ada dilingkup Kota Palembang.

Sehari sebelumnya disebutkan pada acara pembukaan kejuaraan bahwa ada 5 perguruan baru yang menjadi anggota IPSI Kota Palembang, per-21 Aguatus 2017. Antara lain, yaitu HIMSSI GP, yang pada pertandingan disaksikannya semua atribut yang dikenakan tidak ada bedanya antara HIMSSI dan HIMSSI GP. Termasuk cara hormat, perubahan lambang hanya sedikit, termasuk jurus pun demikian.

“Disitu timbul pertanyaan, kenapa perguruan baru tetapi tetap menggunakan nama HIMSSI, cara hormat yang sama, lambang yang samam cuma dihilangkan lingkaran serta mengubah nama Indonesia menjadi Generasi Penerus. Lalu jurusnya, tingkatan sabuknya dan lain sebagainya, kenapa tidak membuat semuanya baru, sehingga tidak menimbulkan gejolak,” timbang Darmayanti.

Perguruan Pencak Silat HIMSSI telah lama berdiri sejak 30 Maret 1979 di Palembang. Sejak awal berdiri di Ketua oleh Letkol Yahya Bahar dari TNI AD hingga tahun 1990-an. Sedangkan HIMSSI GP baru diresmikan 21 Agustus 2017, sebagai perguruan baru di Kota Palembang, yang dipelopori oleh Drs H M Akib, MSi, Inspektur Dua (Purna Polri) Helmi Yoga, dan Adi Apriyansyah, SSos melalui deklarasi pada 2 Oktober 2016, di padepokan HIMSSI GP Mato Merah Palembang.

Pengakuan mengenai HIMSSI telah beraktifitas sejak dibuka tahun 1979 dan masuk menjadi anggota IPSI Sumsel tahun 1980, dengan bukti surat IPSI Sumsel yang ditandatangani Sekum IPSI Sumsel Drs Darlis tahun 2012 lalu. HIMSSI sejak berdirinya melakukan gerakan yang bersifat olahraga beladiri dan berpusat di Diknas Provinsi Sumsel. Sebagai bukti eksistensi HIMSSI adalah salah satu pelatihnya yang cukup terkenal, yaitu Mansyur (pelatih Seagames 2011 dan pelatih kejurdun 2010) dan dengan sederet atlet-atlet besutannya. Seperti Anita Muchtar SPd MM, Agusman Susandri SPd MPd, Darmayanti SE MM, Fenti Supendi SE, Yesi Rosdiana SH, dan Ryan Sazali SPd.

Mansyur sendiri merupakan salah satu pencipta 1 (satu) dari 12 jurus di HIMSSI, Termasuk dasar jurus, gerak pasang, 3 kelid, dan baskara. Sedangkan semua gerak, jurus, dan ornamennya di jiplak oleh HIMSSI GP. Termasuk lambang, cara hormat dan warna pakaian, bahkan ikrar pendekar sampai Nama HIMSSI telah diubah dan lain sebagainya.Rasa Kecewa Darma panggilan akrabnya, cukup beralasan. Dia tidak mau anggota HIMSSI dan HIMSSI GP bertikai, bahkan pertumpahan darah. Sebagaimana perguruan besar sebut saja PS Setia Hati 1903 (Winongo) dan PS Setia Hati Terate 1922, hanya karena peristiwa yang terjadi pada HIMSSI saat ini. “Iya sekarang masih bisa diredam (walau disana sini terjadi kebingungan, kekecewaan dan merasa dibohongi) protes dimana-mana dan pernyataan sikap mulai berlangsung, tapi siapa berani menjamin di kemudian hari hal yang di khawatirkan tidak akan terjadi, dimana para pelaku sejarah saat ini telah tiada?” ungkapnya dengan nada pilu.

“Tolong bapak-bapak pemimpin yang di atas, wahai para pencipta gerak/jurus HIMSSI yang masih Hidup, tahan emosi kalian, buang ego, tunjukkan bahwa kalian pendekar yang patut diikuti dan dihormati, fikirkan kami yang dibawah. Jangan merasa kecewa langsung buka lagi perguruan baru, tanpa memikirkan anggota yang merasa kebingungan, tidak enak hati, bimbang, ragu dan lain sebagainya. Tapi Bersatu Padulah kalian bapak-bapak Pendekar HIMSSI. Kami ingin berprestasi yang setinggi-tinggi nya bukan berkelahi dengan saudara sendiri,” ungkap Darmayanti dengan berlinangan air mata.

Dari data yang ada baik HIMSSI maupun HIMSSI GP sama-sama telah mengantongi SK Kemenkumham RI. Meskipun terdapat selisih tanggal penerbitan yang tidak berjauhan. Dengan HIMSSI telah memiliki terlebih dahulu dibanding HIMSSI GP. Adapun penerbitan SK Kemenkumham HIMSSI 27 Maret 2017 dan HIMSSI GP tertanggal 11 April 2017.
Dari tanggal itu terkesan seperti kejar-kejaran, cepat-cepatan dalam pembuatan dan penerbitan badan hukum yang resmi.
Darma pada kesempatan ini menghimbau kepada semua elemen HIMSSI dan HIMSSI GP untuk bersatu kembali, jagan tercerai berai. Terkotak-kotak bahkan kocar-kacir hingga kebingungan dalam menentukan sikap. Bahkan hilang dari peredaran dengan alasan beraneka ragam. Dia khawatir ke depan HIMSSI akan tinggal kenangan.

“Mari kita bersama-sama mengingat dan mempedomani Berita Acara (BA) Kesepakatan Bersama yg ditandatangani secara bersama antara lain oleh Drs H M Akib A MSi, Asmudin, SPd MPdi, Purwadi TR, Humaidi dan para saksi lainnya, seperti Fikri, Zainal dan lain-lain pada tahun 2010 lalu” ujar Darma bernada tegas.

Bahwa dalam kesepakatan bersama itu, untuk tidak mengubah nama HIMSSI, kecuali menambahkan nama negara sesuai negara. Peristiwa penyebab timbulnya kesepakatan itu, bermula saat ada tuntutan dari Malaysia tentang kata Indonesia pada bagian akhir kalimat HIMSSI, maka dibuatlah oleh pak Asmudin HIMSSI E-Sa yang diambil dari nama eyang Elang Tubagus Nashuha (Guru Besar HIMSSI). Pada saat itu pak Akib marah besar dan melarang keras tindakan Asmudin tersebut. Maka dengan disaksikan beberapa saksi dari beberapa provinsi dibuatlah suatu kesepakatan bersama, untuk tidak merubah nama HIMSSI, kecuali dengan penambahan nama negara. Sehingga nama HIMSSI di Malaysia yaitu HIMSSI Malaysia.

Tapi sepertinya kesepakatan bersama tersebut telah di acuhkan dengan mengubah nama HIMSSI menjadi HIMSSI GP, bahkan membentuk perguruan baru bernama HIMSSI Generasi Penerus, yang disingkat HIMSSI GP. Dengan kejadian tersebut Darma menyatakan sikap dan mengajak semuanya untuk bersatu. Jika yang tua tetap pada egonya masing-masing, biarkanlah yang terpenting yang muda-muda terus pada koridor aturan yang ada, tetap mengacu pada AD/ART, Akte Notaris dan Badan Hukum lainnya seperti SK Kemenkumham, yang berlaku dan rekom dari dinas/instansi terkait lainnya.

“Saya selaku Pemegang sertifikat Pelatih Nasional dan juga Pelatih Taruna HIMSSI, meminta dan bermohon kepada para pengambil kebijakan di HIMSSI dan HIMSSI GP. Untuk tidak memecah fokus adik-adik yang tengah dan akan mengikuti pertandingan tingkat nasional seperti POPNAS 2017 di Semarang, POMNAS 2017 di Makasar, Porprov 2017 di Palembang, dan kejuaraan lainnya yang akan dilakoni adik-adik,” timbangnya.

Tapi berikan dukungan dan doa kemenangan buat mereka. Sudah seharusnya mereka di dukung, dibantu secara bersama, agar mereka bisa membawa nama perguruan silat yang kita cintai. Bukan bertikai tanpa kesuduhan yang berujung pertumpahan darah sesama taruna putra HIMSSI. Mari bergandengan tangan, meraih kesuksesan bersama. Bila HIMSSI terdapat kekurangan mari kita benahi bersama, baik sisi administratif, transparansi pengelolaan keuangan, pemberdayaan sumber daya manusia yang ada melalui program peningkatan kepelatihan bahi calon pelatih; kewasit/jurian bagi calon wasit/juri, penambahan jam terbang atlet (pemusatan pelatihan calon atlet) dan program kepemimpinan (managerial calon pemimpin/diklat/seminar/kursus maupun jenjang pendidikan kepemimpinan/managerial. agar ke depan HIMSSI menjadi HIMSSI yg tangguh, besar dan terus Berjaya, semoga Allah SWT meridhoi amin amin. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses